Pengenalan komponen dan aksesori lampu jalan

Lampu jalan membantu menjaga keamanan jalan dan mencegah kecelakaan bagi pengemudi dan pejalan kaki dengan menandai jalan umum dan trotoar di banyak komunitas. Lampu jalan yang lebih tua menggunakan bola lampu konvensional, sedangkan lampu yang lebih modern menggunakan teknologi Light Emitting Diode (LED) yang hemat energi. Dalam kedua kasus tersebut, lampu jalan harus cukup tahan lama untuk menahan cuaca sambil tetap memberikan penerangan.

Pos

Salah satu komponen yang umum untuk semua jenis lampu jalan adalah tiang, yang menjulang dari dasar di tanah dan menopang elemen penerangan di atasnya. Tiang lampu jalan berisi kabel listrik yang menghubungkan lampu langsung ke jaringan listrik. Beberapa tiang juga dilengkapi pintu servis untuk mengakses unit kontrol lampu jalan dan melakukan perbaikan atau penyesuaian dari permukaan tanah.

Tiang lampu jalan harus mampu menahan es, angin, dan hujan. Logam tahan karat atau lapisan cat pelindung dapat membantu melindungi tiang dari cuaca, dan logam adalah bahan yang paling umum digunakan karena kekuatan dan kekakuannya. Beberapa tiang lampu jalan, seperti yang ada di kawasan bersejarah, mungkin bersifat dekoratif, sementara yang lain hanya berupa tiang abu-abu sederhana.

Bohlam

Lampu jalan tersedia dalam berbagai gaya dan ukuran. Sebagian besar lampu jalan konvensional menggunakan bohlam halogen, yang fungsi dan penampilannya mirip dengan bohlam pijar rumah tangga. Bohlam ini terdiri dari tabung vakum dengan filamen di dalamnya dan gas inert (seperti halogen) yang menyebabkan bagian filamen yang terbakar berkumpul kembali pada kawat filamen, sehingga memperpanjang umur bohlam. Bohlam metal halide menggunakan teknologi serupa tetapi menggunakan energi yang lebih sedikit dan menghasilkan lebih banyak cahaya.

Lampu jalan fluoresen adalah tabung fluoresen yang berisi gas yang bereaksi terhadap arus listrik untuk menghasilkan penerangan. Lampu jalan fluoresen cenderung menggunakan lebih sedikit energi daripada lampu lainnya dan memancarkan cahaya kehijauan, sedangkan lampu halogen memancarkan cahaya yang lebih hangat, yaitu oranye. Terakhir, dioda pemancar cahaya, atau LED, adalah jenis lampu jalan yang paling efisien. LED adalah semikonduktor yang menghasilkan penerangan yang kuat dan bertahan jauh lebih lama daripada lampu biasa.

lampu jalan tenaga surya8
lampu jalan tenaga surya7

Penukar Panas

Lampu jalan LED dilengkapi dengan penukar panas untuk mengatur suhu. Perangkat ini mengatur panas yang dihasilkan arus listrik saat menyalakan LED. Penukar panas menggunakan aliran udara di atas serangkaian sirip untuk menjaga elemen penerangan tetap dingin dan memastikan bahwa LED mampu menghasilkan cahaya yang merata tanpa area yang lebih gelap atau "titik panas" yang mungkin terjadi jika tidak ada penukar panas.

Lensa

Lampu jalan LED dan lampu jalan konvensional memiliki lensa melengkung yang biasanya terbuat dari kaca tahan lama atau, lebih umum, plastik. Lensa lampu jalan berfungsi untuk memperbesar efek cahaya di dalamnya. Lensa juga mengarahkan cahaya ke bawah menuju jalan untuk efisiensi maksimal. Terakhir, lensa lampu jalan melindungi elemen pencahayaan yang sensitif di dalamnya. Lensa yang berembun, tergores, atau pecah jauh lebih mudah dan hemat biaya untuk diganti daripada seluruh elemen pencahayaan.


Waktu posting: 22 Februari 2022